Arsip | Up RSS feed for this section

Sabar itu, Tanpa Batas

22 Jun

Katanya sibuk itu membuat seseorang lupa dengan masa pahit yang terjadi, dulu. Kalau begitu, sesibuk apa aku harus meneladeni masa gelapku dulu? Sampai mana aku harus menggelandang seperti ini?

Oh ya, sabar tidak ada batasnya. Kata orang-orang aku ini terlalu sabar, dan seharusnya sabar itu harus pada tempatnya. Tidak hanya pada sesuatu yang over. Tapi menurutku, di segala hal, sabar adalah tempat terbaik. Bukankah begitu menurutmu?

Ah sudahlah. Loading page membuatku frustasi. Aku malah duduk jengah dan menghembuskan nafas panjang. Berharap kejenuhan yang tiba-tiba datang ini, bisa segera pulih dan membaik.

29Mei2016

29 Mei

Sama seperti hari-hari sebelumnya, hari ini hari minggu biasa. Tidak ada yang istimewa. Hanya saja, buatku.. hari ini, tanggal ini menandakan semakin tuanya aku. Semakin aku harus belajar dan terus belajar untuk lebih dewasa, lebih mengerti segalanya tidak bisa diukur dengan akal saja. Harus sinkron dengan ikatan batin dan kebanyakan harus ditimbang dengan berbagai rasa meskipun adakalanya pahit. Oh dan rupa-rupanya Mei kali ini lebih menantang untukku.
Selain itu, Mei kali ini, ditemani suamiku, aku berharap bisa lebih baik lgi. Menjadi seorang istri, menjadi seorang anak dari kedua orangtuaku, menjadi bagian pelengkap dan bisa membahagiakan semua orang di sekelilingku.
Tidak ada harapan yang terlalu muluk-muluk. Hanya semoga di Mei kali ini dan tahun-tahun selanjutnya, aku yang manja ini semakin menjadi orang yang baik. Entah di mata banyak orang, maupun Sang Penerang Alam.
Untuk suamiku, adhekku, sahabatku.. terima kasih sudah mengingat hariku yang semakin tua ini ya..

image

Dulu, saja

24 Mei

Yang tak terduga adalah, saya sudah lupa. Bahwa dulu pernah mencintaimu segila itu.

21 Mei 2015

Bawa Saja Aku

16 Mei

Take me to your heart
Take me to your soul
Give me your hand and hold me
Show me what the love is
Be my guiding star
It’s easy,
Take me to your heart

Bawa saja aku ke dalam hatimu, nanti kau akan percaya seberapa besar aku mencintaimu.
Bawa saja aku ke dalam jiwamu, nanti kau akan tahu aku benar-benar tak ingin kehilanganmu.
Percayalah, terlalu sulit untukku mengelak dan berpaling. Kalau saja ada cara untuk pergi, mungkin aku sudah pergi dari dulu.

Karena Bersamamu, Selalu ada Kebahagiaan

11 Mei

image

Bahagianya pagi adalah ketika membuka mata setelah terlelap tidur. Dalam ucapan syukur bisa tersenyum lagi, untuk hari ini, untuk sepanjang hari.
Bahagianya siang adalah ketika panas dari sengatan matahari menyusurkan keringat di sekujur tubuh. Sungguh membuatku kehilangan banyak kata, juga rasa.
Bahagianya sore adalah ketika menatap matahari tenggelam dan merasakan perubahan cuaca. Mega merah yang tersenyum sambil melambaikan warna indahnya padaku. Lalu aku membalasnya.
Bahagianya malam adalah ketika mata sudah tidak kuat menatap apapun dengan fokus, lalu berubah merah, banyak menguap dan terlentang di kasur. Sungguh, kehidupan malam dalam mimpi yang temaram.

Tapi masih banyak kebahagiaan yang lain jika aku bersama denganmu, melayanimu, menyayangimu dan selalu mencintaimu. Kita akan selalu menjaga satu sama lain, saling percaya di antara banyak kesulitan yang menyusup, saling menghangatkan ketika kesibukan menumpuk.
Karena bersamamu, selalu ada kebahagiaan.

Terima kasih, suamiku…

Semoga Lebih Indah, Semoga Saja

11 Mei

Katanya pasangan suami-istri
Tapi tidak ada apapun di dalamnya
Bukan suami
Tidak juga istri
Katanya jodoh
Tapi tidak berjodoh sama sekali
Bukan jodoh
Tidak juga cocok
Kalau begitu,
Pantas apa dipanggil
Buat apa memanggil
Ayah
Mimi
Percuma saja mengeluh
Toh anak sudah sekolah menyeluruh
Jangan panjang kata
Jangan berbalik rasa
Sudah terlambat
Sudah mengenal erat
Pergi saja
Lupakan saja
Nanti akan ada akhirnya
Entah itu apa,
Semoga lebih indah…
Semoga saja

Seperti Tulisan Tanpa Nama, Tanpa Jejak

10 Mei

Aku ingat, hujan lalu di tengah malam kesedihan. Terlalu menyakitkan untuk diceritakan, apalagi harus menuturkan sedetail mungkin bersamaan dengan kenangannya. Kau tidak akan tahu apa-apa soal kesempurnaan yang tidak benar-benar sempurna. Kau tidak akan tahu apapun soal kejenuhan mengarang cerita akhir-akhir ini. Antara penipuan dan kehendak hati yang lain.
Apa salah jika aku mengurung perasaan gila ini. Tidak mengatakan apapun, berhenti menyalahkan siapapun. Berusaha untuk tidak peduli pada apapun yang terjadi.
Percayalah, itu menyakitkan…
Tapi apa kau sanggup menjelaskan pengertian semua ini? Ah, lelah sekali berdiri sendiri.
Maka biarlah yang terjadi terus berlalu. Seperti tulisan tanpa nama, tanpa jejak.

Karena Wanita itu Setangguh Baja

8 Mei

Wanita itu setangguh baja.
Ia tak akan mati dalam perang pemberontakan
Apalagi tertusuk kesepian dan penolakan
Hanya karena ia diceraikan,
Pula tak bersangkutan dengan hati yang kuat
Ia bertekad untuk tidak tiarap,
Bahkan mengemis meminta kembali keringat
Wanita bukan semena-mena keadilan busuk
Yang darinya ia makan di bawah kejamnya perlakuan
Lelaki bukan alasan pentinh untuk ditangisi
Juga bukan hal yang patut dikejar
Karena yang terjadi,
Wanita kehilangan banyak cinta dari para lelaki busuk
Keegoisan,
Kewenangan tak berpihak
Bahkan hal senonih yang tak pantas
Suami macam apa yang terlentang bersantai
Sedang sang wanita menangis di pojok jembatan
Tanpa uang,
Dengan momongan,
Tanpa kesejahteraan,
Dengan olokan…
Wanita itu menggerutu tapi masih tidak tahu apapun,
Bahkan sekalipun si lelaki busuk itu membawa simpanan ke ranjang
Zina yang dibawa perang
Tapi hati sudah terkukus matang
Entah seperti tak ada lagi jalan
Pisah saja,
Pulang saja,
Kembali ke desa,
Tidak lagi memperdulikan apapun yang ada pada lelaki
Lebih baik berjalan maju
Tanpa sejengkal pun kembali dan menoleh ke belakang
Ku kira itu akan lebih baik, bukan?
Biar sakit di rasa,
Butuh waktu untuk memulai keadaan
Asal, bahagia nantinya..

Karena wanita itu setangguh baja
Ia akan melawan kesakitannya, hanya dengan hati penuh doa..

Teruntuk wanita yang lelakinya terlalu busuk untuk dikenang dan dipatuhi,
Teruntuk para istri yang suaminya sembunyi-sembunyi menyimpan istri lain di dalam rumahnya,
Teruntuk wanita dengan anaknya yang tengah merasa kedamaiannya terombang-ambing karena lelaki..
Aku salut, aku turut berduka, aku ikut menangis.
Tabahlah, kebusukan pasti akan tercium, entah sampai kapan..
Percayalah, ada bahagia tersusut di depan menanti mu, para wanita berhati baja.

Bahagia itu Sederhana

18 Apr

Bahagia itu sederhana. Aku memilikimu dalam getar-getar senyuman indah. Selalu mengedepankan ketenangan tanpa mencampur adukkan masalah. Yang terpenting adalah kepercayaan dan pengertian, bukan?
Bahagia itu sederhana. Duduk bersama di pagi hari, menikmati secangkir teh dengan saling menggenggam tangan. Memandangmu kala itu, sungguh seperti jauh dari bahaya apapun yang akan menghampiriku. Yang pasti, kau akan duduk di sampingku selamanya, kan?
Bahagia itu sederhana. Memelukmu di kala dingin merutuki malam. Dan di sana aku menemukan kehangatan yang tak terhingga, yang kau genapi dengan kasih sayang. Aku sungguh lega karenanya. Kau pun merasa begitu, kan?
Karena bahagiaku yang paling sederhana adalah bersamamu. Susah senang, aku mau memperjuangkannya. Asal itu bersanding dengan cinta mu.

Lalu, sesederhana apa bahagiamu?

Hanya Karena Hatiku Gelap, Aku Tidak Akan Menyesali

17 Apr

Kalau menginginkan kekeliruan yang ku buat, cari saja! Aku sudah tidak peduli. Apalagi membicarakan kesempatan yang tidak pernah datang berkali-kali. Selalu saja kau salahkan aku tentang cinta yang sepertinya tidak pantas disebut cinta. Cinta yang kita sebut selama ini, menurutku hanya mimi buruk yang terlalu nyata.
Aku tidak mau lagi. Aku tidak butuh lagi. Kalau-kalau nanti aku menyesali, biarkan saja. Anggap itu adalah pikiran norak yang hampir tidak akan terjadi. Tiak mungkin aku menyalahkan takdir yang mempertemukan kita, aku masih terus bersyukur, karena dengan bertemu denganmu, aku sadar, banyak hal yang perlu diperbaiki dari hidupku. Agar aku tidak terjerembab lagi, hanya karena gelapnya hatiku.