Burung Camar

Pagi-pagi sudah bertatap muka denganmu. Rasanya, senang sekali bisa melihatmu. Meskipun dari kejauhan, itu cukup untuk membendung perasaan sedihku. Kamu bernyanyi dengan apa yang kamu miliki, kamu menari dengan lenggok yang tidak dipunyai siapapun. Kalau saja aku bisa, aku ingin terus bersamamu.
Burung camar.
Andai saja aku punya sayap indah sepertimu, aku pasti ikut terbang bersamamu. Karena aku tak punya, maukah kamu menjengukku setiap pagi?
Burung camar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: