Kedekatan yang Terlalu Berjarak

“Saya tidak menyerah.” Katamu saat itu, “Tapi saya hanya lelah.”
Aku mendengus, menghela nafas agak kasar, bahkan kelewatan keras malah. Tapi aku tidak peduli. Bukankah apa yang kau katakan itu melebihi batas? Apa kau tidak tahu sakitnya? Kalau ingin pergi, pergi saja. Kalau ingin menyerah, silahkan saja. Aku muak dengan alasan-tidak-adil-mu itu.
“Baiklah, aku akan pulang.” Ujarku. Lalu melenggang pergi. Sebelum itu aku masih sempat melihatmu diam tanpa mengangguk atau berbuat apapun.
Lihat saja, aku tidak akan menoleh. Sama sekali. Jika suatu saat nanti kita bertemu, anggap saja itu pertemuan pertama kita. Oke? Maka aku akan dengan senang hati berbelok agar tidak dekat denganmu. Seperti saat ini. Kedekatan yang terlalu berjarak. Ah, sakitnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: